Teknik Membaca Cepat dengan Skimming dan Scanning serta Teknik Membaca Pemahaman dengan SQ3R

Teknik Membaca Cepat dengan Skimming dan Scanning serta Teknik Membaca Pemahaman dengan SQ3R

Tentang teknik membaca skimming dan scanning penulis kutipkan tips dari Soedarso (1996:85). Sebuah buku dengan ketebalan 300 halaman, terdiri dari lebih kurang 350.000 kata. Jika seseorang mahasiswa harus membaca beberapa judul buku untuk tiap satu mata kuliah, berapa lama ia harus menekuninya? Sepanjang sisa hidupnya tidak akan selesai.

Sesungguhnya, tidak setiap kata yang tercetak dalam sebuah buku itu harus dibaca, dan tidak semua detail buku harus dipelajari. Apa yang tercetak itu belum tentu benar dan belum tentu berharga untuk dibaca. Bahkan, sekalipun validitasnya telah diuji tidak dengan sendirinya lantas bermanfaat untuk kita baca. Penting atau tidaknya apa yang tercetak itu bagi kita ditentukan oleh pertimbangan ini: Apakah informasi dan gagasan yang ada itu penting dan relevan untuk kita? Apakah sesuai dengan tujuan kita membaca?

Teknik Membaca Cepat dengan Skimming dan Scanning serta Teknik Membaca Pemahaman dengan SQ3R

Teknik Membaca Cepat dengan Skimming dan Scanning serta Teknik Membaca Pemahaman dengan SQ3R

Memang, adakalanya sebuah buku harus kita baca secara keseluruhan, misalnya buku pegangan utama yang harus kita pelajari secara mendalam dan kita sendiri belum banyak mengetahui perihal yang dibahas buku itu. Sementara, untuk buku yang lain suatu bagian adakalanya perlu kita baca lebih dari satu kali secara mendalam, kita sesuaikan dengan kebutuhan kita. Akan tetapi ada bagian lain yang harus kita lompati saja, karena tak akan ada gunanya jika kita baca. Cara membaca seperti itu apabila kita praktikkan secara cerdik akan sangat besar manfaatnya. Kita akan menyerap informasi dan gagasan dengan cepat dan sebanyak-banyaknya sesuai dengan tujuan kita. Jurus membaca yang sangat ampuh untuk
mengatur kecepatan kita dalam membaca dan sangat efektif memberikan hasil-seperti itu ada dua, yaitu skimming dan scanning.
Bacaan apa saja, baik itu buku, majalah, ataupun surat kabar harus kita baca sesuai dengan tujuan kita. Kita tidak boleh diperbudak oleh apa yang tercetak dengan membacanya semua yang yang ada. Kita harus berani menjadi tuan, dan bacaan itulah yang menjadi budak kita, bukan sebaliknya. Bahkan bacaan itu harus Anda perlakukan seturut dengan maksud Anda. Jika Anda tidak membutuhkan fakta-fakta dan detailnya, maka lompati fakta dan detail itu dan pusatkan perhatian untuk untuk cepat menguasai ide pokoknya. Cara membaca yang hanya untuk mendapatkan ide pokoknya ini disebut skimming. Sebaliknya, jika Anda hanya membutuhkan suatu fakta tertentu saja, informasi tertentu saja, atau data statistik tertentu saja, misalnya, Anda perlu melompatinya dan langsung mencari ke hal tertentu itu saja.

Teknik melompat (skipping) untuk langsung ke sasaran yang kita cari itu disebut scanning. Jika Anda mempunyai alasan yang tepat untuk melompati suatu bagian atau beberapa bagian dari bacaan yang Anda hadapi, Anda tidak akan kehilangan arti, bahkan Anda mendapat keuntungan, yaitu cepat menyelesaikan bacaan dan menjadi bersemangat membaca bahan lain yang dengan demikian Anda cepat menguasai informasi dan gagasan lebih banyak lagi. Sekalipun sebelum ini barangkali Anda belum mempelajari skimming dan scanning, pasti Anda pernah melakukannya terutama di saat Anda dalam ketergesaan. Cara ini akan sangat bermanfaat sekali jika Anda secara lebih sadar melakukannya dalam situasi apa pun dan untuk bacaan apa pun, baik buku, surat kabar, surat-surat bisnis maupun bahan-bahan lain. Beberapa bagian yang dapat dilompati dapat diuraikan di bawah ini:

  • Anda dapat melompati definisi, batasan tertentu atau keterangan dan detail yang telah Anda ketahui dari buku lain, dan Anda merasa telah cukup menguasainya. Akan tetapi, jangan melompati keseluruhan bab itu, perhatikanlah barangkali ada yang mengandung gagasan baru layangkanlah pandangan dengan kecepatan tinggi ke paragraf-paragraf bab tersebut, barangkali ada gagasan baru. Dan lambatkan pada bagian yang mengandung gagasan baru itu, atau bagian yang menarik dan berharga untuk dibaca.
  • Anda dapat melompati bagian-bagian yang berisi informasi yang tidak memenuhi tujuan Anda membaca. Misalnya, jika Anda membaca suatu biografi dan Anda membutuhkan pandangan politik orang tersebut, sedangkan bab pertama buku itu membicarakan detail kehidupannya di masa kecil, maka bagian-bagian ini dapat Anda lompati.
  • Adakalanya penulis dalam membuat analisis permasalahan mengawalinya dengan beberapa contoh. Jika Anda telah membaca dua atau tiga contoh dan Anda merasa sudah cukup menangkap idenya, maka Anda dapat melompati contoh-contoh lainnya.
  • Ada juga penulis dalam mengawali bab baru menyajikan ringkasan bab sebelumnya. Jika Anda baru saja membaca bab sebelumnya itu dan Anda merasa cukup menguasainya, ringkasan itu dapat Anda lompati.

Banyak yang telah mempraktekkan skimming walaupun tidak secara sadar dan terorganisasikan. Misalnya, sewaktu membaca suatu buku atau bahan lain yang hanya memuat sedikit saja yang ada relevansinya dengan kebutuhannya. Mereka melompati bagian yang tidak menarik atau tidak berguna. Sebagian sudah melakukannya secara tangkas, tetapi
sebagian masih perlu latihan. Baik pengunjung perpustakaan maupun toko buku pada umumnya tanpa disadari juga telah melakukan skimming untuk sekedar mengetahui apakah buku itu cocok untuk kebutuhannya.
Skimming seperti itu juga lazim disebut browsing buku. Sejak ditemukan mesin cetak dan disusul mesin-mesin reproduksi lainnya, informasi dan gagasan begitu cepat diperbanyak dan disebar melalui tulisan-tulisan yang dimuat di buku, majalah, surat kabar atau di media lain, meliputi semua bidang kehidupan. Oleh karena itu, jika tidak
mau “ketinggalan zaman”, para dokter, para ahli hukum, guru, ilmuwan, dan golongan profesional lainnya perlu sekali menguasai keterampilan membaca secara skimming ini. Bagi mereka yang sejari-harinya terlalu sibuk dengan pekerjaannya, skimming dapat sangat menolong untuk menyerap informasi yang dimuat di surat kabar dan majalah. Skimming dan scanning dapat membantu orang-orang bisnis untuk dapat cepat memperoleh informasi yang mereka butuhkan.

Teknik Membaca untuk Pemahaman dengan SQ3R
SQ3R adalah teknik membaca yang dikemukakan Francis P. Robinson yang merupakan teknik untuk mendapatkan pemahaman terhadap suatu bacaan. SQ3R merupakan singkatan dari Survey, Question, Recite (atau recall), dan Review. Kelima singkatan ini merupakan lima langkah dalam membaca untuk mendapatkan pemahaman.
Dalam membaca dengan teknik ini, pertama-tama kita melakukan survei terhadap bacaan yang kita baca secara keseluruhan untuk mengenal bahan bacaan kita secara keseluruhan dan untuk mengetahui gagasan umum bacaan tersebut. Sambil melakukan survei ini, pembaca mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang isi bacaan itu. Hal ini
merupakan langkah kedua (question). Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada langkah kedua akan terjawab pada langkah ketiga, yakni Read (membaca). Dalam langkah ketiga ini kita membaca bukan dalam arti membaca dengan mengikuti begitu saja bahan bacaan, tetapi membaca secara kritis. Setiap selesai membaca tiap bagian, berhentilah sejenak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan bagian itu atau menyebutkan hal-hal penting dari bagian itu. Langkah ini disebut Recite. Terakhir, yakni Review adalah langkah untuk mengecek pemahaman kita dan mengingat kembali bahan bacaan tersebut.

Demikian uraian mengenai Teknik Membaca Cepat dengan Skimming dan Scanning serta Teknik Membaca Pemahaman dengan SQ3R. Penulis berharap semoga uraian tersebut dapat bermanfaat dengan baik. Namun jika Anda ingin mengetahui lebih jauh mengenai Teknik Membaca, Silakan Klik Disini untuk mengetahui mengenai Kiat Meningkatkan Kecepatan Efektif Membaca (KEM)

Teknik Membaca Cepat dengan Skimming dan Scanning serta Teknik Membaca Pemahaman dengan SQ3R

Teknik Membaca Cepat dengan Skimming dan Scanning serta Teknik Membaca Pemahaman dengan SQ3R. Post by: Pemerhati Guru | 4.5
Tags:, , , , , ,

Categories: Kompetensi Guru

2 Comments
  1. 1 year ago
    Membaca Cepat

    Coba langsung praktekkan disini. Less theory, more skill.

    Reply
  2. 8 months ago
    arisa

    okey akan saya coba praktekin ..

    terimakasih trik/tipsnya ..:)

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>