Keterampilan Menjelaskan serta Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

By | April 24, 2013

Keterampilan Menjelaskan serta Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

Keterampilan Menjelaskan (Explaning Skills)

Keterampilan menjelaskan ialah mendeskripsikan sesuatu secara lisan tentang suatu benda, keadaan, data atau fakta yang diorganisasi secara sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya. Keterampilan menjelaskan merupakan hal yang sangat penting dikuasai guru sebagai media yang berfungsi pemberi informasi dalam kegiatan pembelajaran. Dalam penyampaian materi sebagai ciri kegiatan menjelaskan hendaknya guru tidak mendominasi pembicaraan agar siswa tidak menjadi pasif. Oleh sebab itu, untuk menjaga keefektifan menjelaskan dan mencapai hasil yang optimal hendaknya guru melakukan latihan-latihan.

Keterampilan menjelaskan dengan melibatkan peserta didik berpikir digunakan untuk membimbing peserta didik mendapatkan pemahaman hukum, dalil, fakta, definisi, dan prinsip secara objektif dan bernalar untuk memecahkan masalah-masalah yang terjadi atau menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Keterampilan menjelaskan akan memberikan pula balikan (feed back) dari murid mengenai tingkat pemahamannya dan untuk mengatasi kesalahpahaman mereka.

Dalam menjelaskan materi kepada peserta didik hendaknya melihat tingkat kemampuan pemahaman mereka. Penjelasan guru yang tidak memperhatikan hal ini akan menyebabkan terjadinya kesalahan komunikasi dan kesalahan pemahaman antara guru dan peserta didik. Untuk menghindari hal ini sebaiknya guru melakukan evaluasi dengan bertanya kepada peserta didik, “Sudah jelas, bukan?”, “Dapat dipahami, bukan?”, “Ada pertanyaan?”

Setiap anak mempunyai gaya belajar yang berbeda satu sama lain. Ada anak yang belajar menggunakan pendengarannya, penglihatannya, dan melakukan langsung atau berinteraksi langsung dengan benda yang sedang dipelajarinya. Ada pula anak yang belajar harus dengan ketiganya, yaitu mendengar, melihat, dan melakukan langsung. Penjelasan yang dilakukan guru sangat membantu peserta didik yang mempunyai gaya belajar menggunakan pendengarannya.

Kendala-kendala akibat keterbatasan buku yang dimiliki peserta didik dan kesulitan memahami buku yang dibaca anak, dapat pula diminimalisir dengan cara memberikan penjelasan yang diperlukan peserta didik.

Ada dua komponen dalam keterampilan menjelaskan yang harus diperhatikan oleh guru, yaitu:

1) Merencanakan

Sebelum proses pembelajaran berlangsung guru perlu membuat perencanaan agar penjelasan yang akan disampaikan berlangsung terarah yang menyangkut isi pesan dan penerima pesan. Isi pesan yang harus dipertimbangkan meliputi garis-garis besar materi yang akan dijelaskan, garis besar materi disusun secara sistematis, media yang akan digunakan sesuai dengan materi yang akan dijelaskan. Dalam perencanaan yang berhubungan dengan penerima pesan hendaknya diperhatikan perbedaan-perbedaan yang ada pada peserta didik seperti usia, jenis kelamin, pengetahuan dasar, kemampuan yang dimiliki, latar belakang sosial, bakat, minat, serta lingkungan belajar.

2) Penyajian suatu penjelasan

Untuk memberikan pemahaman yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan, hendaknya dalam penyajiannya memperhatikan hal-hal berikut.

  • Penjelasan sebaiknya disertai contoh yang ada hubungannya dengan sesuatu yang dapat ditemui oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.
  • Penjelasan hendaknya diberikan dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami siswa, menghindari penggunaan ucapan-ucapan seperti “e”, “aa”, “mm”, “kira-kira”, “umumnya”, “biasanya”, “sering kali” dan istilah-istilah yang tidak dapat dimengerti oleh anak.
  • Guru hendaknya memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan pemahaman, keraguan, atau ketidakmengertiannya ketika penjelasan itu diberikan, yaitu dengan mengajukan pertanyaan seperti “Apakah kalian mengerti dengan penjelasan tadi?” Juga perlu ditanyakan, “Apakah penjelasan tadi bermakna bagi kalian?” dan sebagainya.
  • Guru perlu memberikan tekanan pada hal-hal tertentu untuk memusatkan perhatian peserta didik pada masalah pokok dan mengurangi informasi yang tidak penting. Dalam hal ini, guru dapat menggunakan tanda atau isyarat lisan seperti, “Yang terpenting adalah,” “Perhatikan baik-baik konsep ini,” atau “Perhatikan, yang ini agak sukar.”
  • Berikan definisi yang jelas apabila ada istilah-istilah khusus atau baru diketahui peserta didik.

Keterampilan Menjelaskan serta Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

Keterampilan Menjelaskan serta Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran (Set Induction and Closure)

Membuka pelajaran perlu dilakukan sebagai usaha atau kegiatan guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan kondisi bagi peserta didik agar perhatiannya terpusat pada materi dan menyiapkan mental siswa agar siap memasuki persoalan yang akan dipelajari pada proses pembelajaran sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap pembelajaran selanjutnya.

Komponen membuka pelajaran berkaitan dengan:

  • Menarik perhatian siswa. Banyak cara yang dapat digunakan oleh guru untuk menarik perhatian siswa, antara lain dengan: gaya mengajar guru, penggunaan alat bantu pelajaran, pola interaksi yang bervariasi.
  • Membangkitkan motivasi. Dapat dilakukan dengan cara melakukan kehangatan dan keantusiasan, membangkitkan rasa ingin tahu, mengemukakan ide yang bertentangan, memperhatikan minat belajar peserta didik.
  • Memberi acuan. Dapat dilakukan melalui usaha-usaha seperti: mengemukakan tujuan dan batas-batas tugas, menyarankan langkah-langkah yang akan dilakukan, mengingatkan masalah pokok yang akan dibahas, mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
  • Membuat kaitan atau hubungan di antara materi-materi yang akan dipelajari dengan pengalaman dan pengetahuan yang telah dikuasai oleh siswa

Menutup pelajaran dimaksudkan untuk mengetahui gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari peserta didik, mengetahui tingkat pencapaian peserta didik dan tingkat keberhasilan guru dalam proses pembelajaran.

Menutup pelajaran dapat dilakukan guru dengan cara:

  • Mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan dan keefektifan pembelajaran yang telah dilaksanakan, baik lisan, tulisan atau perbuatan.
  • Menarik kesimpulan dari materi telah dipelajari sehingga siswa memperoleh gambaran yang jel as tentang makna dan inti persoalan yang telah dipelajari.
  • Memberikan tindak lanjut berupa saran-saran serta ajakan agar materi yang baru dipelajari tidak dilupakan dan dipelajari kembali di rumah.
  • Mengkonsolidasikan perhatian peserta didik terhadap hal-hal pokok dalam materi yang telah dipelajari agar informasi yang telah diterimanya dapat membangkitkan minat dan kemampuannya terhadap pe lajaran selanjutnya.
  • Mengorganisasikan semua kegiatan atau materi yang telah dipelajari sehingga merupakan suatu kesatuan yang berarti dalam memahami materi yang baru dipelajarinya.

Banyak pengaruh positif yang terjadi akibat membuka dan menutup pelajaran yang dilakukan guru ini, sebagaimana dikatakan E. Mulyasa (2007), yaitu sebagai berikut.

  • Membangkitkan motivasi belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “Terdapat perbedaan yang berarti antara tujuan pembelajaran yang diberitahukan kepada peserta didik dengan yang tidak”. Oleh karena itu, dalam membuka pelajaran hendaknya guru memberitahukan tujuan yang akan dicapai dengan pelajaran yang akan disajikannya.
  • Peserta didik memiliki kejelasan mengenai tugas-tugas yang harus dikerjakan, langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menyelesaikan tugas, dan batas waktu pengumpulan tugas.
  • Peserta didik memperoleh gambaran yang jelas mengenai pendekatan yang akan diambil dalam mempelajari materi pembelajaran dan mencapai tujuan yang dirumuskan.
  • Peserta didik memahami hubungan antara bahan-bahan atau pengalaman yang telah dimilikinya dengan hal-hal baru yang akan dipelajari.
  • Peserta didik dapat menghubungkan fakta-fakta, konsep-konsep, dan prinsip-prinsip atau generalisasi dalam suatu peristiwa pembelajaran.
  • Peserta didik mengetahui tingkat keberhasilan atau tingkat pencapaian tujuan terhadap bahan yang dipelajari. Adapun guru dapat mengetahui tingkat keberhasilan atau keefektifan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Keterampilan Menjelaskan serta Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

One thought on “Keterampilan Menjelaskan serta Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *