Kepala Sekolah Profesional Part IV

Lanjutan dari artikel Kepala Sekolah Profesional part III. Dan disini akan membahas mengenai Korelasi Profesional Dengan Sosial Budaya.

Dalam hal ini sekolah harus memperhatikan pengembangan akan nilai-nilai pada diri para peserta didik di sekolahnya masing-masing. Sebab salah satu fungsi dari sekolah ialah bagi memperbaiki mental anak didiknya, seperti harapan yg telah disampaikan oleh Coleman. Sekolah harus berfungsi sebagai alat bagi kontrol social dan maupun perubahan social.

Untuk menjadi kepala sekolah profesional juga harus bisa memperhatikan banyak hal dalam diri siwa/siswi selama berada dalam lingkungan sekolah. menurut Made ( 1994 : 156 ), yang mengemukakan bahwa sosiologi ataupun sosiologi pendidikan bisa dideskripsikan sbb: (a) Konsep-konsep bagi mengembangkan lembaga-lembaga masyarakat dan kelompok sosial, (b) Nilai-nilai yg ada di masyarakat serta keharusan sekolah bagi mengembangkan aspek tersebut dalam diri siswa/siswi, (c) Peranan pendidikan di dalam kemasyarakatan, (d) Dukungan masyarakat terhadap pentingnya pendidikan, (e) Sosiologi menunjukkan akan pentingnya kegiatan sosialisasi anak pada pendidikan, (f) Memberikan bantuan ke dalam upaya menganalisis proses sosialisasi anak didik. Seperti konsep mengenai interaksi sosial, kontak sosial, bentuk sosial, komunikasi, dsb, (g) Kelompok sosial & lembaga kemasyarakatan dengan berbagai bentuk, termasuk juga sekolah, dan (h) Dinamika antar kelompok, yg sudah tentu berlaku dalam dunia pendidikan juga.

Para pendidik/guru dan kepala sekolah yang profesional dalam memahami akan hal tersebut, hendaklah menantang diri agar tidak  ketinggalan zaman di dalam melakukan  proses pendidikan di sekolahnya masing-masing, agar bisa membantu para siswa/siswi berpacu antar teman sekelasnya maupun dengan yg lainnya. Dengan demikian peran guru & kepala sekolah harus bisa meningkatkan profesinya agar mempunyai kualitas yg sejajar dengan para pendidik yang ada di negara-negara maju. Misal di Jepang,  Amerika dan negara maju lainnya.

kepsek III Korelasi Profesi Dengan Budaya

Menurut Engkoswara (2004:31), menyatakan bahwa budaya dan sifat manusia di Indonesia itu yakni mempunyai: sifat manusia Indonesia, ialah, (a) sifat utama ( sehat, berbudi pekerti luhur, tangguh, penuh disiplin, iman, taqwa dan mempunyai jiwa patriorisme, (b) sifat profesi ( cerdas, profesional dan produktif), dan (c) sifat penyerta (kreatif), sedangkan (a) Budaya Utama ( sehat, jujur dan baik), (b) Budaya Profesi ( cerdas, ahli dan terampil, (c) Budaya Penyerta (indah).

Untuk merealisasikan budaya dan sifat tersebut bagi kalangan di pendidikan, tenaga kependidikan mutlak mempunyainya dan bisa menatanya dengan harmonis dalam kehidupan sehari-hari. Demikian pula halnya bagi seorang guru dalam menjalankan rutinitasnya, bahwa budaya dan sifat manusia Indonesia itu harus bisa tercermin dalam keseharian seorang guru baik di sekolah maupun di luar sekolahnya (di rumah). Menurut Engkoswara (2004:63), mengemukakan di dalam menegakkan budaya yang harmoni ada 3 (tiga) nilai praksis (aktual) yg harus ditata secara harmoni, yaitu: (a) Budaya Utama, ialah budaya ataupun nilai yg berlaku bagi kita sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa yg mempunyai ciri-ciri universal, yg mempunyai hak & kewajiban relatif bersamaan, (b) Budaya profesi, ialah nilai yg berlaku bagi manusia sebagai mahluk sosial yg memiliki karakteristik yg bersamaan di dalam kelompok-kelompok tertentu, dan (3) Budaya penyerta, ialah nilai yg berlaku bagi manusia sebagi mahluk pribadi yg bersifat unik & hakiki.

Tahapan bagi perkembangan yg harus ditempuh dalam suatu proses profesionalisasi ialah terkait bersama sejumlah pelayananannya. Kepala sekolah yang professional harus bisa mengkomunikasikan segala tugas pokok & fungsinya ke dalam manajemen sekolah. Fungsi dalam manajemen sekolah harus bisa diberdayakan seoptimal mungkin sesuai dengan SK (standar kompetensi) yang dimilikinya sebagi manager (pimpinan).

Adapun lanjutan dari artikel ini silahkan baca juga dalam pembahasan yang berikutnya Kepala Sekolah Profesional part V.

Kepala Sekolah Profesional Part IV. Post by: Pemerhati Guru | 4.5
Tags:

Categories: News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>