Hakikat Belajar Part III

By | September 10, 2013

Lanjutan dari artikel Hakikat Belajar dari part II. Menurut Gagne (Abin Syamsuddin Makmun, 2003), perubahan perilaku yg merupakan hasil belajar yang bisa berbentuk:

Kecakapan intelektual, yakni keterampilan individu di dalam melakukan interaksi-interaksi dengan lingkungannya bersama menggunakan simbol-simbol, misal: penggunaan simbol dari matematik. Termasuk dalam keterampilan intelektual ialah kecakapan dalam discrimination (membedakan), memahami aturan & hukum, konsep abstrak, maupun konsep konkrit. Ketrampilan ini sangat dibutuhkan di dalam menghadapi pemecahan permasalahan.

Informasi verbal, yakni penguasaan informasi di dalam bentuk verbal, baik secara yang tertulis maupun yang tulisan, misal pemberian nama-nama terhadap suatu benda tertentu, definisi, dsb.

Kecakapan motorik: ialah hasil dari belajar yg berupa kecakapan pergerakan yg dikontrol oleh fisik & otot.

Sikap, yakni hasil dari pembelajaran yg berupa kecakapan individu dalam memilih macam tindakan yg akan dilakukan. Dengan kata lain. Sikap ialah keadaan dalam diri individu yg akan memberikan kecenderungan bertindak di dalam menghadapi suatu obyek ataupun peristiwa, didalamnya telah terdapat unsur pemikiran, perasaan yg menyertai pemikiran & kesiapan bagi bertindak.

Strategi kognitif, kecakapan individu terhadap melakukan pengendalian & pengelolaan pada keseluruhan aktivitasnya. Di dalam konteks proses pembelajaran, strategi kognitif yakni kemampuan mengendalikan ingatan & cara berfikir agar terjadi aktivitas yg efektif. Kecakapan intelektual menitikberatkan pada hasil pembelajaran, sedangkan strategi kognitif lebih menekankan pada proses pemikiran.

hakikat belajar IISementara itu, menurut Moh. Surya (1997) yang menyatakan bahwa hasil belajar akan tampak dalam:

Kebiasaan, seperti: peserta didik yang belajar bahasa berkali-kali menghindari kecenderungan penggunaan kata ataupun struktur yg keliru, sehingga pada akhirnya ia terbiasa dengan penggunaan bahasa secara baik & benar.

Keterampilan, seperti: menulis & berolah raga yg meskipun bersifat motorik, keterampilan-keterampilan tersebut memerlukan koordinasi gerak yg teliti & kesadaran yg sangat tinggi.

Pengamatan, yakni proses dalam menerima, memberi, dan menafsirkan arti rangsangan yg masuk melalui indera-indera secara obyektif sehingga para peserta didik mampu mencapai pengertian yg benar.

Berpikir asosiatif, yaitu berpikir dengan cara mengasosiasikan sesuatu dengan yang lainnya menggunakan daya ingat.

Berpikir rasional & kritis yaitu menggunakan prinsip-prinsip & dasar-dasar pengertian di dalam menjawab pertanyaan kritis seperti “bagaimana” & “mengapa”.

Sikap yaitu kecenderungan yg relatif menetap terhadap bereaksi dengan cara baik ataupun buruk bagi orang maupun barang tertentu sesuai dengan pengetahuan & keyakinannya.

Inhibisi, menghindari hal yang sifatnya mubazir.

Apresiasi, menghargai karya-karya yang bermutu.

Perilaku afektif yaitu perilaku yg bersangkutan dengan perasaan was-was, benci, kecewa, marah, takut, sedih, gembira, senang, dsb.

Sedangkan yang menurut Bloom, perubahan perilaku terjadi sebagai hasil dari belajar meliputi perubahan dalam kawasan (domain) kognitif, afektif & psikomotor, beserta tingkatan aspek-aspek didalamnya.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran terhadap bangsa kita..salam Sukses !

Author: Pemerhati Guru

Seorang Guru yang peduli dengan Perkembangan dan Peningkatan Kualitas Guru di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *