Guru sebagai Organisator, Inisiator, Pembimbing, Pelatih, Fasilitator dan Mediator

Guru sebagai Organisator, Inisiator, Pembimbing, Pelatih, Fasilitator dan Mediator

Guru sebagai Organisator

Guru dalam melaksanakan tugasnya harus dapat mengatur dan mengelola sumber-sumber pembelajaran yang tersedia. Dengan demikian, peserta didik dapat memanfaatkan sumber-sumber tersebut sebagai media pembelajaran yang memungkinkan siswa melakukan proses pembelajaran dengan efektif dan efisien.

Seorang guru harus dapat mengorganisir kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan oleh guru dan peserta didik, seperti langkah-langkah proses pembelajaran, jadwal pelajaran, kegiatan ekstra, dan lain-lain. Hal ini dimaksudkan agar proses pembelajaran tersebut berjalan dengan baik.

Guru sebagai Inisiator

Guru dituntut untuk menggali dan mencetuskan ide-ide dalam proses pembelajaran. Ide-ide yang dikemukakan adalah ide-ide yang kreatif dan dapat memotivasi peserta didik untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Peran guru sebagai inisiator sebenarnya telah lama sekali diakui. Hal ini sejalan dengan semboyan ‘ing ngarso sung tulodo’ yang artinya ditengah-tengah guru harus dapat membangun inisiatif.

Guru sebagai Organisator, Inisiator, Pembimbing, Pelatih, Fasilitator dan Mediator

Guru sebagai Organisator, Inisiator, Pembimbing, Pelatih, Fasilitator dan Mediator

Guru sebagai Pembimbing

Sebagai pembimbing, guru harus merumuskan tujuan secara jelas, menetapkan waktu, menetapkan jalannya proses pembelajaran, menetapkan langkah-langkah proses pembelajaran dan mengadakan evaluasi proses pembelajaran tersebut. Semua itu dilakukan berdasakan kerjasama yang baik dengan peserta didik, tetapi guru memberikan pengaruh utama dalam proses pembelajaran.

Sebagai pembimbing guru memerlukan kompetensi yang tinggi untuk melaksanakan empat hal berikut.

  1. Guru harus merencanakan tujuan dan mengidentifikasi kompetensi yang hendak dicapai. Tugas guru adalah menetapkan apa yang telah dimiliki oleh peserta didik sehubungan dengan latar belakang dan kemampuannya, serta kompetensi apa yang mereka perlukan untuk dipelajari dalam mencapai tujuan. Untuk merumuskan tujuan, guru perlu melihat dan memahami seluruh aspek pembelajaran.
  2. Guru harus melihat keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran dan yang paling penting bahwa peserta didik melaksanakan kegiatan belajar itu tidak hanya secara jasmaniah, tetapi mereka harus terlibat secara psikologis. Dengan kata lain, peserta didik harus dibimbing untuk mendapatkan pengalaman dan membentuk kompetensi yang akan mengantar mereka mencapai tujuan. Dalam hal ini peserta didik harus belajar, untuk itu mereka harus memiliki pengalaman dan kompetensi yang dapat menimbulkan kegiatan belajar.
  3. Guru harus memaknai kegiatan belajar. Hal ini mungkin merupakan tugas yang paling sukar, tetapi penting. Guru harus memberikan kehidupan dan arti terhadap kegiatan belajar. Bisa jadi pembelajaran direncanakan dengan baik, dilaksanakan secara tuntas dan rinci tetapi kurang relevan, kurang hidup, kurang bermakna, kurang menantang rasa ingin tahu, dan kurang imajinatif.
  4. Guru harus melaksanakan penilaian. Dalam hal ini diharapkan guru dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Bagaimana keadaan peserta didik dalam pembelajaran? Bagaimana peserta didik membentuk kompetensi? Bagaimana peserta didik mencapai tujuan? Jika berhasil, mengapa? jika tidak berhasil, mengapa? Apa yang bisa dilakukan di masa datang agar pembelajaran menjadi perjalanan yang lebih baik? Apakah peserta didik dilibatkan dalam menilai kemajuan dan keberhasilan,

Sehingga mereka dapat mengarahkan dirinya? Seluruh aspek pertanyaan tersebut merupakan kegiatan penilaian yang harus dilakukan guru terhadap kegiatan pembelajaran, yang hasilnya sangat bermanfaat terutama untuk memperbaiki kualitas pembelajaran.

Guru sebagai Pelatih

Proses pembelajaran yang dilakukan peserta didik melibatkan aspek-aspek fisik dan psikis yang harus dilatih sedemikian rupa sesuai dengan tingkat kebutuhan dan perkembangan siswa. Oleh karena itu, guru harus bertindak sebagai pelatih dalam membentuk kompetensi-kompetensi dasar peserta didik.

Sebagai pelatih, seorang guru harus tahu kompetensi dasar apa yang telah dimiliki peserta didik sebagai landasan untuk mengadakan pelatihan. Kemudian guru menentukan kompetensi dasar mana yang harus dikembangkan agar anak berkembang dan bagaimana guru mengembangkan kompetensi dasar tersebut supaya tidak terjadi kesalahan dalam pelatihan.

Dalam melatih peserta didik, hendaknya guru memperhatikan perbedaaan individual peserta didik, bahwa peserta didik berbeda satu sama lain, baik dari segi bakat, minat, motivasi, dan potensi dasarnya. Hal ini dimaksudkan agar semua peserta didik mendapat kesempatan untuk berkembang sesuai dengan bakat, minat, motivasi, dan potensi dasar tersebut.

Guru sebagai Fasilitator dan Mediator

Sebagai fasilitator, guru hendaknya memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam proses pembelajaran, misalnya dengan menciptakan suasana yang menyenangkan dan menimbulkan keaktifan dan kreativitas pada diri siswa sehingga pembelajaran berlangsung efektif dan efisien.

Sebagai mediator, guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang luas tentang media pendidikan sebagai sarana untuk mengefektifkan proses pembelajaran. Selain itu guru juga harus memiliki keterampilan memilih dan menggunakan media tersebut dengan baik. Untuk itu guru hendaknya mengikuti latihan-latihan secara berkelanjutan dan sistematis. Pemilihan media pengajaran harus disesuaikan dengan tujuan, metode, materi pelajaran, evaluasi, situasi kondisi peserta didik, serta kemampuan guru.

Dalam hubungannya dengan manusia, guru sebagai mediator mempunyai fungsi perantara antar manusia. Karenanya guru harus terampil mempergunakan pengetahuannya tentang cara-cara manusia berinteraksi agar guru dapat menciptakan secara maksimal lingkungan yang interaktif. Tiga hal yang harus dilakukan guru agar ada dalam posisi ini, yaitu mendorong berlangsungnya perilaku yang baik, mengembangkan gaya interaksi pribadi, dan menumbuhkan hubungan yang positif dengan para siswa.

Baca juga tulisan mengenai Guru sebagai Pendidik dan Pengajar 

Guru sebagai Organisator, Inisiator, Pembimbing, Pelatih, Fasilitator dan Mediator

Guru sebagai Organisator, Inisiator, Pembimbing, Pelatih, Fasilitator dan Mediator. Post by: Pemerhati Guru | 4.5
Tags:, , , ,

Categories: Kompetensi Guru

2 Comments
  1. 1 year ago
    Cahaya Rinna

    lebih lengkap lagi, biar kita semua bisa lebih tau.

    Reply
  2. 1 year ago
    Dimas Priadi

    yg satux cntk, yg stux idungx peset../

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>