Beberapa Manfaat Menulis bagi Guru

By | November 28, 2013

Berikut ini Panduanguru.com akan mencoba menguraikan mengenai Beberapa Manfaat Menulis bagi Guru. Banyak guru yang tidak memahami apa manfaat dari menulis. Hal ini sering berakibat pada ketidakmauan guru untuk menulis, baik buku, bahan ajar, laporan penelitian, artikel untuk media cetak, maupun berbagai bentuk tulisan lainnya. Bobbi De Porter (1999) mengemukakan dalam konsep quantum learning bahwa teramat penting untuk mengetahui apa manfaatnya bagiku (teori Ambak). Dalam hal ini apa manfaat menulis bagi kita sebagai guru, masyarakat, umat beragama, dan sebagainya. Hal ini akan berimplikasi pada motivasi dan konsentrasi penulis terhadap tulisan yang dibuatnya.

Beberapa Manfaat menulis bagi guru dapat diidentifikasi menjadi sebagai berikut.

  1. Menulis menjadi media untuk menuangkan ide, gagasan, dan pemikiran mengenai berbagai hal, khususnya terkait dengan tugas dan fungsinya sebagai tenaga pendidik.
  2. Menulis merupakan media untuk mengembangkan kemampuan guru dalam memecahkan masalah. Menulis merupakan salah satu cara untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh guru di kelas dan di sekolah atau berbagai permasalahan yang dihadapi oleh bangsa ini. Dalam hal ini, berkaitan dengan fungsinya sebagai pendidik.
  3. Menulis bermanfaat untuk kelancaran kenaikan pangkat guru, baik di sekolah negeri maupun sekolah swasta. Guru yang mampu menulis buku atau artikel dinilai sebagai guru yang memiliki kemampuan lebih dalam profesinya. Tulisan yang dibuat oleh guru juga mencerminkan sejauhmana guru memiliki penguasaan kompetensi terhadap bahan ajar/pengetahuan terkait dengan bidang/ruang lingkup pengetahuannya.
  4. Menulis bermanfaat untuk pengembangan materi atau bahan ajar dalam mata pelajaran yang diembannya. Dengan menulis, seperti menulis buku mata pelajaran, berarti guru telah melakukan pengembangan materi pelajaran yang harus dikuasai oleh peserta didik. Materi tersebut akan dibaca dan dianalisis oleh guru-guru lain, khususnya guru yang memiliki mata pelajaran sama atau satu rumpun pelajaran. Berdasarkan analisis itulah, guru akan mendapatkan masukan, kritik, saran, dan pengembangan dari tulisan yang dibuatnya.
  5. Tulisan yang dibuat oleh guru akan menjadi investasi bagi dirinya untuk kepentingan akhirat. Guru yang meyakini bahwa setelah kehidupan dunia ini ada kehidupan akhirat maka ia akan termotivasi untuk banyak menulis. Dengan menulis, ia yakin telah berbuat kebaikan. Bahkan ketika ia telah tiada. Perkembangan Islam sampai saat ini merupakan salah satu contoh dari jasa para penulis al-Quran dan al-Hadist. Tanpa teks al-Quran dan al-Hadist, kita akan sulit untuk menerima kebenaran Islam sebagai agama yang hakiki di muka bumi ini.
  6. Menulis akan mengikat pengetahuan yang dimiliki oleh penulis itu sendiri. Dengan menulis, guru dapat membuka kembali pemahamannya mengenai sesuatu yang ditulis dan mengembangkannya dengan lebih mudah. Tanpa ada tulisan, guru akan sulit mengembangkan materi bahan ajar dan pengetahuan yang dimilikinya.
  7. Menulis merupakan bagian dari pertanggungjawaban profesi terhadap stakeholdernya(berbagai pihak yang menggunakan jasanya). Guru yang menulis sudah barang tentu akan selalu berinteraksi dengan pelanggan-pelanggannya, seperti siswa, guru lain, orangtua, dan dunia usaha/dunia industri. Semua pihak tersebut sangat berkepentingan untuk melihat sejauhmana guru memiliki kemampuan atau tidak dalam bidang profesinya (mata pelajaran/bidang studinya).
  8. Menulis juga dapat menghantarkan penulisnya sebagai jutawan. Banyak penulis yang kemudian menjadi unjuk kemampuan untuk menulis ide, pikiran dan gagasannya dalam bentuk tulisan yang menarik. Setiap tulisan yang dimuat dalam media cetak akan mendapatkan honor, demikian halnya tulisan dalam bentuk buku yang diterbitkan oleh penerbit akan mendapatkan honor yang besar.
  9. Menulis akan menghantarkan penulisnya sebagai seseorang yang terkenal. Simak saja pengalaman penulis novel “ayat-ayat cinta” Habiburrahman El Shirazy, karena novel yang ditulisnya, siapa yang tidak mengenal beliau. Selain novelnya difilmkan, dia menjadi terkenal di mata penulis, masyarakat, tokoh politik, guru, umat Islam, dan berbagai kalangan anak-anak, remaja, pemuda, dan orang tua. Selain itu buku lainnya pun akan difilmkan juga. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menulis Habiburrahman El Shirazy menjadi terkenal.

Setelah kita menelusuri berbagai hal yang merintangi guru untuk menjadi penulis, tergambarlah saat ini bahwa seorang guru dapat menjadi seorang penulis. Adapun berbagai sebab, mitos, dan manfaat yang belum diketahui guru sampai saat ini seharusnya dapat memberikan dorongan kepada guru untuk langsung menulis.

Kunci keberhasilan guru untuk menulis adalah berlatih menulis, kemudian menulis, dan menulis.

Tidak ada hal lain kecuali mulai menulis. Menulis dalam arti menuangkan ide, pikiran, dan gagasan guru dalam bentuk tulisan tidak saja dapat dilakukan oleh guru, tetapi oleh semua orang. Terkecuali, menulis yang dikaitkan dengan karya sastra, maka hanya sastrawan saja yang dapat menulis hal tersebut.
Kunci untuk dapat menulis adalah terus berlatih menuliskan ide, pikiran, dan gagasan dalam bentuk tulisan. Menulis tidak memiliki teori khusus yang harus dipelajari melalui suatu proses perkuliahan, menulis pun tidak dapat dicapai hanya dengan membaca, mendengar, atau mengikuti kuliah, tetapi harus dilakukan dengan cara berlatih menulis, kemudian menulis dan menulis.

Note:

Untuk mengetahui secara teknis contoh tentang menulis, silakan Klik Link berikut: Contoh Laporan Ilmiah | Macam, Ciri, dan Persyaratan Penulis Laporan Ilmiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *